Taktik-Taktik Retoris

Posted on Updated on

Retorika adalah seni berkomunikasi efektif dengan berbicara.

Oleh karena itu berbicara pun ada seni nya, ada aturan-aturan yang membuat berbicara itu menjadi menarik, tidak membosankan, dan menyenangkan.

Tetapi, tidak sedikit orang menganggap bahwa berbicara itu mudah, gampang, ecek-ecek, dan lebih mudah bicara daripada mendengar.

Padahal, mau bagaimanapun juga bicara itu gak semudah itu juga, banyak aturan yang perlu diikuti saat kita dituntut untuk berbicara dalam situasi tertentu.

Salah satu contoh ketika akan presentasi, banyak orang yang merasa gugup, aduh takut gak bisa , aduh gimana nih, aduh gimana donk ,,aduuh aduuh aduuh.

Padahal kecemasan seperti itu bisa saja diatasi asal kitanya mau mengatasinya.

Berikut adalah sejumlah uraian taktik yang dapat membantu untuk mencapai sasaran dan tujuan secara efektif dalam proses komunikasi retoris.

  1. Taktik Afirmasi

Yang termasuk taktik afirmasi adalah :

1) Taktik ”Ya”

Menurut taktik ini, pertanyaan dirumuskan sedemikian rupa sehingga lawan bicara hanya dapat menjawab : ”Ya”, dan perlahan-lahan menuntunnya pada kesimpulan akhir yang jelas atau mengejutkan, yang harus diterima tanpa syarat.

Jawaban ”Ya” menuntut dari lawan bicara tidak hanya persetujuan rasional, tetapi juga secara emosional yang tidak dapat dihindarkan.

2) Taktik Mengulang

Ini adalah gaya bahasa yang tidak hanya dikenal pada zaman antik Yunani, tetapi juga pada zaman modern..

Napoleon mengatakan : Pengulangan adalah satu-satunya gaya bahasa yang benar.

Dalam retorika dialogika gaya bahasa ini memiliki fungsi yang penting. Pembicara berusaha untuk menyampaikan pikiran dan idenya secara terus-menerus dengan cara dan rumusan yang berbeda dan menarik.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa hal yang diulang mengandung ide yang positif dan benar. Gaya ini dapat menyebabkan lawan bicara menaruh perhatian kepada ide itu, lalu merasa tertarik dengan ide itu.

Pepatah bahasa Latin mengungkapkan: ”Gutta cavat lapidem, non vi, sed saepe cadendo” (artinya : Tetesan air melubangkan batu, bukan karena kekuatannya, melainkan karena sering menetes).

3) Taktik Sugesti

Taktik ini bermaksud mempermudah lawan  bicara untuk menyetujui pikiran, anjuran dan hasil pertimbangan kita.

4) Taktik Kebersamaan

Apabila menghadapi kesulitan dalam diskusi, sering satu himbauan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan (perasaan ”kita”), atas sukses yang diraih bersama hingga saat ini, atau himbauan tentang kerjasama yang efektif sampai saat ini, dapat membantu untuk keluar dari jalan buntu.

5) Taktik Kompromi

Kompromi adalah satu taktik yang dipakai dalam situasi yang sulit untuk mencapai rasional.

F. Scheleger mengatakan : Perbedaan pendapat justru memperkuat kesepakatan yang murni.

6) Taktik Konsensus

Taktik ini menampilkan didepan mata pendengar rangkuman pendapat kita yang sudah disetujui dan menggerakkan hati mereka untuk menuruti pendapat kita, menyetujui perjanjian yang dibuat, menerima anjuran atau membeli hasil produk kita.

  1. Taktik Defensif

Yang termasuk taktik Defensif :

1) Taktik menunda

Taktik ini dipergunakan apabila ada keberatan bahwa ceramah atau penjelasan yang dikemukakan kurang jelas atau kurang mengandung argumentasi yang kuat. Pembicara dapat secara taktis menunda penjelasan pada kesempatan berikutnya.

2) Taktik Mengelak

Dapat terjadi bahwa pikiran atau pendapat pembicara diragukan. Pembicara menghadapi kesulitan untuk menjelaskan posisinya. Dalam kesempitan dan kesulitan untuk menjelaskan posisinya seperti ini, pembicara menyebutkan kutipan atau ucapan seorang ahli sehingga lawan bicara dapat dikonfrontasikan langsung dengan pendapat ahli tersebut.

3) Taktik ”Ya…. tetapi ”

Menurut taktik ini, kita menghargai dan menyetujui pendapat lawan bicara, tetapi aplikasinya disesuaikan dengan pendapat kita. Ini adalah salah satu cara untuk menyimpang secara halus dari titik tolak lawan bicara.

4) Taktik Mengangkat

Untuk memperoleh persetujuan peserta atas pendapat kita, kita mengangkat dan menghormati pendapat yang berbeda dari lawan bicara. Dengan itu dia dapat lebih baik belajar menghargai pendapat kita.

5) Taktik Berterima Kasih

Orang datang kepada kita dengan banyak kesulitan yang membebani. Kita mengucapkan terima kasih kepadanya atas informasi meskipun tidak menyenangkan kita, tetapi justru dengan itu mereka dibebaskan dari tekanan emosional.

Contoh :

Saya berterima kasih karena anda mau menyampaikan kesulitan anda secara terus terang. Memang tugas kami untuk membantu anda. Saya mau mengucapkan terima kasih karena dengan begitu kami menyadari kesalahan ini, dan kami terbantu untuk menolong banyak orang lain.

6) Taktik Merelativasi

Taktik ini menempatkan keberatan lawan bicara ke dalam konteks dan relasi, sehingga dengan itu pendapatnya menjadi relatif (sambil berhati-hati bahwa sebaliknya pendapat sendiri dapat direlativasi).

7) Takatik Menguraikan

Apabila lawan berbicara menyampaikan seonggok keberatan, kesulitan dan kritikan, maka kita menguraikan dan menganalisis semua beberan itu satu persatu secara teliti, sambil menunjukkan titik-titik lemahnya.

8) Taktik Membiarkan

Taktik ini membiarkan lawan bicara menyampaikan maksud dan pikiran, sementara kita mendengarkan dengan penuh perhatian, tanpa memberikan reaksi.

Yang penting ialah tidak menghalangi pembicaraannya, kecuali ada pertanyaan. Sesudah selesai, kita menjelaskan sambil memberikan tanggapan yang bertentangan dengan pendapatnya.

  1. Taktik Offensif

Yang termasuk taktik offensif adalah :

1) Taktik Antisipasi

Sementara lawan bicara menyampaikan pendapat, kita sudah mengantisipasi kelemahannya. Sesudah itu kita langsung menjatuhkan pendapatnya dengan mengemukakan argumentasi kontra.

2) Taktik Mengagetkan

Lawan bicara menantang dengan satu pertanyaan negatif. Kita mengejutkan dia dengan satu jawaban balik dari sudut pandangan yang tak diduganya.

Jawaban balik ini dapat bersifat paradoks untuk menghilangkan keseimbangan dalam dirinya dan untuk dapat mengarahkan dia.

3) Taktik Bertanya Balik

Taktik ini melemparkan kepada lawan bicara satu pertanyaan balik yang menyebabkan dia melepaskan pendasaran keberatannya dan menerima kekeliruannya sendiri.

4) Taktik Provokasi

Taktik ini memaksa lawan bicara untuk berbicara terus terang. Ini adalah satu model pertanyaan agresif, yang sering dipergunakan oleh para wartawan.

Contoh :

Saya meraguknan pendapat itu.

Anda sendiri tidak percaya pada apa yang anda katakan.

5) Taktik Mencapkup

Taaktik ini melihat argumentasi lawan dengan satu pengamatan yang mencakup dan lebih tinggi, sehingga dengan itu argumentasi itu sendiri dilemahkan dan tidak berlaku untuk dirinya sendiri.

6) Taktik Melebih-Lebihkan

Lewat taktik ini orang secara sadar melebih-lebihkan pertanyaan lawan bicara (pertanyaan ekstrem) untuk mempengaruhi lawan bicara atau supaya dia menarik kembali pertanyaannya.

Contoh :

Q :Dengan itu anda ingin mengatakan bahwa semua pejabat itu koruptor ?

A : Tidak, saya tidak bermaksud begitu….

7) Taktik Memotong

Taktik ini dipergunakan untuk mengontrol pembicara yang berbicara terlalu banyak. Pembicaraannya dipotong dengan tiba-tiba dengan alasan untuk menyampaikan sesuatu yang penting.

  1. Taktik Negasi

Termasuk dalam taktik negasi adalah :

1) Taktik ”tidak”

Taktik ini menyangkal pendapat lawan bicara secara langsung, karena menuntut penjelasan yang tuntas. Di lain pihak cara ini dapat menciptakan permusuhan, karena melukai lawan bicara.

Oleh karena itu sebaiknya mengemukakan pertanyaan-pertanyaan retoris.

Contoh :

Jangan katakan : Anda bohong!

Lebih baik : Apakah anda sungguh-sungguh mengatakan yang benar??

Jangan katakan : Anda tidak membaca keterangan yang dilampirkan!

Lebih baik : Apakah anda sudah membaca keterangan-keterangan yang dilampirkan??

2) Taktik Kontradiksi

Taktik ini mengemukakan pernyataan kontradiktoris (pertentangan secara esensial) atas apa yang dikatakan lawan bicara.

Reference :

Judul Buku : ”RETORIKA, Terampil berpidato, Berdiskusi, Berargumentasi, Bernegosiasi”

Karangan : Dori Wuwur Hendrikus

Kalau mau tau lebih lengkap lagi mengenai retorika dan yang berhubungan dengan retorika,, coba deh baca buku itu,, kayaknya berperan besar.

9 thoughts on “Taktik-Taktik Retoris

    Nurhasanah Sidabalok said:
    March 14, 2011 at 10:30 am

    siiiip..
    thanks yaa.
    tapi kalo boleh pemaparannya lebih banyak lagi.

      tiapop responded:
      March 15, 2011 at 2:43 pm

      iia sama sama🙂 . . Memangnya pengen pemaparan lebih lanjut di bagian mana nya ??
      Mudah-mudahan kalau ada kesempatan bisa ditambahin pemaparan lebih lanjut.
      Tapi kalau pengen selengkapnya, ada di buku karangan rodi wuwur .hehehe

    zakiyah said:
    April 28, 2011 at 7:01 am

    two thump for you…..siiiiiiiiip

      tiapop responded:
      May 17, 2011 at 1:17 am

      Terima kasih🙂

    Denny Putra Ismail said:
    June 4, 2012 at 11:43 am

    Keren bin Wow sangat membantu gue sebagai bahan tambahan tugas akhir dan sebagai bahan ujian terima kasih banyak tapi gue izin share ke blog gue.THANKs call me
    081515904966 085730076659

    Denny Putra Ismail said:
    June 4, 2012 at 11:47 am

    Jika anda butuh teman dan curhat bareng follow kami @Denny_AK17fans dan like or comment to ARMODASworld.blogspot.com

    Denny Putra Ismail said:
    June 4, 2012 at 11:51 am

    ARMODAS maju Bersama kamu JADIKAN lah dirimu saksi KEMEGAHAN CITA DAN ANUGERAH tata kelola animasinya 081515904966 085730076659

    Denny Putra Ismail said:
    June 4, 2012 at 11:54 am

    Memang benar BENAR eh jika boleh tanya alamat buat blog gratis selain blogger.com wordpress.com apa ya? Tanya doang ?
    081515904966 085730076659

    Denny Putra Ismail said:
    June 5, 2012 at 5:38 am

    Selamat hari LINGKUNGAN HIDUP.mulailah jaga lingkungan dari kamarmu. ARMODASworld.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s