Kepribadian Pembicara

Posted on Updated on

Untuk menjadi seorang pembicara, tidak perlu memiliki pendidikan tinggi. Perhatian pendengar terhadap pembicara tergantung pada keterampilan berbicara, ketepatan argumentasi dan pada daya meyakinkan yang dipancarkannya.

Untuk mencapai sukses yang besar memang tidaklah mudah. Tetapi mencapai kepribadian adalah jauh lebih sukar. Untuk mempertinggi penampilan secara menarik, diberikan beberapa anjuran dan nasihat sebagai berikut :

  • Mencari orang besar yang dapat dijadikan contoh atau model
  • Membuat satu daftar kelemahan pribadi, sebagai patokan dalam usaha untuk mengurangi atau menghilangkaanya
  • Mencari dan mengambil pengetahuan  baru
  • Melatih pikiran dan kesanggupan berkonsentrasi
  • Memperluas perbendaharaan kata
  • Membaca buku-bukub yang baik
  • Lebih baik belajar mendengar
  • Memperhatikan manusia secara teliti
  • Mempelajari bahasa asing

Untuk Membina kepribadian, di bawah ini disertakan beberapa patokan :

  • Publik tidak akan memberikan kepercayaan kepada seorang pembicara secara Cuma-Cuma. Dia sendiri harus memperolehnya dengan usaha yang keras
  • Rasa pasti seorang pembicara menentukan juga rasa pasti waktu penampilannya
  • Orang tidak dapat menghilangkan kelemahan kelemahan manusiawinya, kalau orang itu tidak mengenal kelemahan itu atau kalau orang lain tidak memberitahukannya.
  • Adalah lebih gampang untuk mengenal sepuluh kesalahan dan kelemahan orang lain, daripada mengenal kesalahan dan kelemahan pada diri sendiri.
  • Tampillah secara meyakinkan, Bukalah Mulutmu, Bicaralah dan Berhentilah dengan Segera.
  • Siapa yang tergelincir karena lidah dapat menghancurkan dirinya sendiri.

Perhatian:

Satu penilaian dan perhitungan yang keliru dalam menganalisis situasi dan kebutuhan pendengar akan membahayakan tercapainya hasil yang baik.

Ada pepatah inggris yang mengatakan :

”Anda bisa menipu pendengar untuk sesaat, tetapi tidak setiap waktu”.

Reference :

Judul Buku : ”RETORIKA, Terampil berpidato, Berdiskusi, Berargumentasi, Bernegosiasi”

Karangan : Dori Wuwur Hendrikus

Kalau mau tau lebih lengkap lagi mengenai retorika dan yang berhubungan dengan retorika,, coba deh baca buku itu,, kayaknya berperan besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s