Bunyi “eeh… eeh” ,, Saat Berbicara

Posted on Updated on

Bunyi kayak gini sering terdengar di tengah pembicaraan (eeh.. eeh). Memang terasa sedikit menggaggu, tapi kalau dalam diskusi biasa sih ya gak terlalu masalah.

Tapi, kalau bunyi ini sering terdengar ketika berbicara dalam forum, terutama saat berada dalam posisi sebagai pembicara, tentu akan sangat mengganggu. Lagipula, ada pendengar yang sering mencatat dan menertawakan pembicara semacam ini.

Bunyi semacam ini dapat disebabkan oleh :

  • Rasa tidak pasti
  • Persiapan yang tidak cukup
  • Pernafasan yang salah
  • Keadaan kesehatan yang buruk
  • Kurangnya konsentrasi (kesanggupan untuk berkonsentrasi)
  • Teks yang sulit (karen banyak kata-kat asing)
  • Suatu kebiasaan

Usaha mengatasinya adalah :

  • Berlatih sebaik mungkin sebelumnya
  • Menggunakan kalimat yang pendek
  • Bernafas secara dalam
  • Lebih keras dan dalam dalam menghembuskan nafas
  • Menghindari kata-kata asing
  • Mengatur kontak yang baik dengan pendengar
  • Menyelingi dengan ungkapan yang lucu dan segar

Supaya penampilan saat berpidato atau diskusi menjadi lebih menarik, dan membina kontak dengan pendengar jadi lebih baik,

maka ada 7 filter yang perlu diperhatikan setiap pembicara

yaitu :

Apa yang dikatakan, belum berarti bahwa sudah dikatakan dengan tepat.

Apa yang dikatakan secara tepat, belum berarti sudah didengar.

Apa yang didengar, belum berarti bahwa sudah dimengerti.

Apa yang dimengerti, belum berarti bahwa sudah disetujui.

Apa yang disetujui, belum berarti bahwa sudah diingat.

Apa yang diingat, belum berarti bahwa sudah dipraktekkan.

Apa yang diprakktekkan, belum berarti bahwa sudah bisa.

Demosthenes (adalah orang kenamaan yang menjadi retor terkenal lewat latihan yang tertatur) mengatakan :

”Pembicara tidak bisa meyakinkan dan mempengaruhi para pendengar, kalau orang hanya mengajar dimana seharusnya bercakap-cakap.”

Reference :

Judul Buku : ”RETORIKA, Terampil berpidato, Berdiskusi, Berargumentasi, Bernegosiasi”

Karangan : Dori Wuwur Hendrikus

Kalau mau tau lebih lengkap lagi mengenai retorika dan yang berhubungan dengan retorika,, coba deh baca buku itu,, kayaknya berperan besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s