Sebab-sebab utama Rasa Takut dan Cemas Saat Akan Berbicara dalam Suatu Diskusi

Posted on Updated on

Ketika kita berada dalam situasi yang mengharuskan kita untuk tampil dan berbicara dengan baik, maka kegiatan berbicara pun akan terasa berat. Terutama apabila kita berlaku sebagai pembicara disana.

Salah satu contoh situasi yang membuat kita harus berbicara dengan baik, benar juga menarik adalah saat diskusi, rapat, seminar, presentasi, atau ceramah dan banyak lagi.

Berikut alasan yang membuat orang merasa takut saat sebelum tampil untuk berbicara dalam suatu diskusi atau situasi-situasi seperti yang disebutkan sebelumnya (yang dikutip dari buku karya Dori Wuwur Hendrikus) :

  • Takut ditertawakan
  • Takut terhenti di tengah pembicaraan karena kehilangaan jalan pikiran
  • Takut akan orang yang lebih tinggi kedudukannya diantara pendengar.
  • Takut karena tidak menguasai tema
  • Takut membuat kesalahan
  • Takut karan situasi yang luar biasa
  • Takut mendapat kritik
  • Takut kalau tidak bisa dimengerti
  • Takut bahwa saat berbicara tidak lancar
  • Takut bahwa ungkapannya jelek dan tidak jelas.
  • Takut mengemukakan pendapat, yang diwakili hanya oleh kelompok minoritas
  • Takut kehilangan muka
  • Takut akan mendapat pengalaman yang jelek
  • Takut bahwa kesalahan-kesalahan tidak bisa diperbaiki lagi
  • Takut tidak akan menaggapi pertanyaan pendengar secara memuaskan
  • Takut karena membandingkan dengan pembicara lain yang lebih baik
  • Takut kehilangan jalan pikiran yang jelas
  • Takut bahwa akan berbicara lebih daripada waktu yang sudah ditetapkan
  • Takut bahwa harapan pendengar tidak dipenuhi
  • Takut akan kemacetan teknis
  • Takut mengecewakan pendengar
  • Takut bahwa akan direkam atau difilmkan
  • Takut bahwa gerak tubuh dan  mimik tidak sepadan
  • Takut akan begitu banyak mata pendengar yang memandangnya.

Melihat alasan-alasan diatas, memang banyak sekali hal yang membuat kita merasa cemas dan takut saat akan tampil berbicara, tapi semua rasa cemas dan takut tersebut dapat kita minimalisir.

Lalu, Bagaimana mengatasi rasa takut dan cemas tersebut ??

Yang penting ialah persiapan yang teliti!

Juga Kalimat pertama dan terakhir harus dapat dihapal!,,

Ingatlah :

Bila pada awal pidato kita sudah memberi kesan pertama yang kuat dan meyakinkan, maka sebagian dari pendengar kita berpikir : pembicara ini tahu, apa yang pendengar mau!

Oleh karena itu perlu sekali :

  • Membina kontak mata dengan pendengar – sebagai feed-back
  • Mengembangkan aktivitas dari / pada mimbar
  • Jangan melambungkan tujuan terlalu tinggi
  • Menganggap pendengar sebagai kawan, bukan lawan
  • Di samping itu, pikirlah bahwa anda pasti tidak akan bisa memuaskan semua orang
  • Tugasmu ini harus dianggap sebagai kesempatan untuk membuktikan diri dan bukan ujian atau percobaan
  • Kalau toh ada kegagalan, maka anggaplah tidak terlalu tragis. Anda tidak akan hancur dengan satu kegagalan itu!
  • Kegagalan hendaknya dianggap sebagai kemenangan yang tetunda
  • Berusahalah untuk menenangkan diri dan batin, lewat pernapasan yang baik
  • Pilihlah tema yang baik dan tepat bagi pendengar
  • Gunakanlah media yang tepat
  • Buatlah juga jeda di tengah pembicaraan
  • Perhatikanlah pendengar-pendengar yang dengan penuh perhatian mengikuti pidato/ceramah anda, terutama mereka yang mengangguk-angguk
  • Bacalah dengan suara keras dan jelas, supaya anda bisa mendengar suara sendiri
  • Pendengar tidak menentang anda! Mereka datang hanya untuk mendengar ceramah anda! Kalau tidak, mereka tidak hadir di dalam ruangan ini!
  • Ingatlah selalu kalimat ini : SAYA HARUS! SAYA MAU! SAYA SANGGUP!
  • Pepatah orang Cina memang tepat dalam hal ini : satu perjalanan yang 1000 km jauhnya, mulai juga dengan langkah pertama.
  • Ingatlah bahwa segala keberhasilan di dalam hidup ini , selalu didahului oleh rasa cemas dan takut
  • Tenangkanlah dan lenturkanlah diri and lewat latihan autogene dan sugesti pribadi.

Nah, Ide keberhasilan untuk meredusasi rasa takut dan cemas adalah :

”Janganlah kita terlalu memikirkan penampilan kita, tetapi pikirkan apa yang mau kita sampaikan kepada pendengar.”

Sekian yang dapat gue sampaikan,, semoga bisa bermanfaat buat teman-teman semua. Yaa minimal jadi tau lah. Lebih bagus lagi kalau bisa dipraktekkin.

Gue juga sih lagi berusaha biar saat dalam posisi seperti itu, bisa tampil dengan baik. Ya memang gak mudah juga sih.

Oia ,, data-data diatas didapat dari buku berjudul : ”RETORIKA, Terampil berpidato, Berdiskusi, Berargumentasi, Bernegosiassi”, Karangan : Dori Wuwur Hendrikus

Jadi kalau mau tau selengkapnya mengenai retorika dan tips n triks nya,, coba deh baca buku itu,, kayaknya berperan besar.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s